Gianyar, Bali Daily – Laga lanjutan pekan ke-7 BRI Super League 2026/2027 mempertemukan tim Isen Mulang Kalteng FC melawan PSIM Yogyakarta di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (24/10/2026) lalu. Tim asal Kalimantan Tengah (Kalteng) yang memilih home base sementaa di Bali itu, berhasil meraih 1 poin berkat kiper andalan Lucas Henrique hingga akhir laga.
Kiper asal Sao Paulo Brazil itu mengungkapkan kerinduan dan harapan untuk bisa segera bermarkas di Kalimantan Tengah. Karena sejak awal musim BRI Super League 2026/2027, tim asuhan Mundari Karya itu selalu berpindah-pindah home base lantaran kondisi kebakaran hutan di Kalimantan.
“Yang terpenting adalah kami tidak mengalami kekalahan lagi. Kami berhasil meraih satu poin yang akan sangat penting untuk perjalanan kami selanjutnya di kompetisi ini,” tuturnya beberaoa saat lalu usai laga di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu sore (01/11/2026).
Bagi Lucas Henrique Friger, perjalanan kompetisi bukan sekadar tentang menghadapi lawan di lapangan. Namun juga harus berhadapan dengan padatnya perjalanan, waktu istirahat yang terbatas, serta kerinduan untuk kembali ke kota asal tim di tengah situasi sulit akibat kebakaran hutan Kalimantan.
Menurutnya, hasil imbang usai meladeni PSIM Yogyakarta menjadi modal bagi tim untuk melanjutkan persaingan. Meski belum meraih poin penuh, tambahan satu poin setidaknya menjaga langkah mereka agar tidak semakin tertekan oleh hasil pertandingan.
Lucas menyebut, upaya mempertahankan performa, menjaga fisik menjadi tantangan tersendiri. Di tengah padatnya laga, membuat para pemain kesulitan memperoleh waktu pemulihan yang ideal.
“Kondisi yang sangat sulit. Memghadapu situasi harus bolak balik kesana kemari, karena sering bepergian. Kami tidak mendapatkan wakti istirahat cukup. Tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk mengubah situasi. Kami harus memulihkan kondisi secepat mungkin dan kembali bugar. Agar bisa menjalani pertandingan dengan baik,” tutur Lucas.
Menurutnya, peran sebagai penjaga gawang harus memprioritaskan kebugaran dan konsentrasi. Namun, kurangnya istirahat membuat pemulihan berjalan tidak seimbang. Meski demikian, dirinya harus tetap bisa menjalankan tugasnya di lapangan.
Selain itu, kerinduan kuat untuk bisa bermain di markas mereka dan berkumpul dengan orang-orang terdekat.
“Kami ingin secepat mungkin kembali ke sana (Kalimantan). Kami sudah lelah dengan berbagai kesulitan yang terjadi di sana. Terutama terkait kebakaran hutan dan hal-hal lainnya. Namun, kami berharap bisa segera kembali bersama rekan-rekan kami di kota kami sendiri,” ungkap Lucas.
Keinginan untuk pulang bukan hanya soal recovery setelah menjalani pertandingan. Tetapi juga tentang kembali ke lingkungan sendiri setelah menghadapi keadaan yang tidak mudah.
“Pada akhirnya, hal yang membuat kami kuat adalah kemampuan untuk meraih kemenangan dan melanjutkan kompetisi,” harapnya. (*)








Respon (1)